Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 16 Juli 2013

Senyum adalah Doa Kebahagiaan





Hilda Nurul H, SMA Terpadu Riyadlul Ulum Condong
         
           Roda kehidupan memang tak akan pernah berhenti berputar. Ada kalanya kita berada di atas dan ada saatnya juga kita berdiri di bawah. Langit tak selamanya cerah dan bersinar bersama sang mentari. Ada  kalanya langit berubah muram mendung diikuti rintik tetes air hujan. Itulah kehidupan sobat! Tak selamanya kita bahagia dan tak seterusnya juga kita berduka. Dua warna kehidupan yang bisa membuat kita terombang ambing karenanya. Bahkan, karenanya pula banyak orang terjangkit virus yang berbahaya, yaitu “Galau”.
            Mengapa berbahaya? Sebab, karenanya orang yang terjangkit virus ini menjadi resah, gelisah, tak bersemangat, malas, acuh tak acuh, uring-uringan dsb. Malah saking galaunya seseorang bisa sampai sakit juga lho! Oh Galau.
            Lalu bagaimana mengatasinya?
            Pada dasarnya kegelisahan, kesedihan, gundah atau apalah namanya, semua berasal dari Allah ‘Azza Wajala. Oleh sebab itu biasanya orang yang mengidap virus Galau adalah orang yang sedang jauh dari penciptanya. Rasa Galau bukan diaplikasikan dengan meng-update status Galau yang akhirnya membuat si penderita bertambah galau, namun dengan lebih mendekatkan diri pada Sang Maha Haqq. Itu adalah cara yang sangat tepat.
            Mengapa? Karena Rasulullah SAW menyuruh kita untuk berwudlu saat hati penuh amarah. Tahu kan amarah itu berasal dari siapa? Sudah pasti dari setan, sedang setan berasal dari api. Oleh karena itu padamkanlah api amarahmu dengan air, tepatnya dengan berwudlu. Setelah itu lakukanlah shalat dan berdoalah, serta keluarkan dan adukanlah semua permasalahan pada-Nya. Insya Allah itu akan membuat hati tenang.
            Sobat, tidak selamanya kebahagiaan menghampiri kita. Allah telah menciptakannya secara berpasang-pasangan bukan? Jika kini kesedihan yang menghampirimu, bukan berarti Ia membuatmu muram kan? Memang, tak ada salahya kita bermuram durja, tapi bukan berarti selamanya juga kan? Cobalah tersenyum walau itu cukup sulit. Cobalah tersenyum walau hatimu sakit, walau luka seakan menyayat hati. Senyuman bukan untuk kemunafikan, bukan untuk menutupi kesedihan, namun senyuman adalah bukti dari kesabaran dan ketabahan kita. Yakinlah kita bisa, sobat!
            Bahkan senyum bisa membuat kita awet muda, makanya jangan murung terus, nanti cepat tuanya lho. Ada sebuah motifasi nih,
Tersenyumlah, walau berada dalam badai permasalahan
Tersenyumlah, walau kesedihan datang menghadang
Tersenyumlah, walau kepedihan bertubi-tubi menghampiri
Karena senyuman adalah doa untuk kebahagiaan.        

0 komentar:

Posting Komentar