Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 04 Desember 2010

Hidup Sekali Hiduplah Yang Berarti

Minna Hafadzah
Ketua Umum Matapena Tasikmalaya 2010-2011

Hidup tanpa sebuah prinsip akan membuat kita terpengaruh oleh orang yang ada disekeliling kita. " Hidup sekali, hiduplah yang Berarti " Sebuah motto atau prinsip hidup Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda'wah yang banyak mengandung makna.
    Mau tahu tidak apa maksud dari motto tersebut?...Kata seorang Ustadz bagian Pengasuhan Santri, yaitu Ustadz Budi Syihabuddin S.Th.I, beliau bilang, " Meski motto tersebut hanya terdiri dari beberapa kata, tapi maknanya luar biasa. Kata itu merupakan sebuah pepatah yang mengandung arti, bahwasanya kita hidup di Dunia ini hanya sekali, maka jangan sampai disia-siakan. Kita harus mampu menjadi manusia yang bermanfa'at, baik untuk diri kita sendiri, maupun untuk orang lain."
    Wah, itu sebuah maksud yang sangat baik sekali tentunya. Oh ya, di zaman globalisasi seperti sekarang ini, yang namanya prinsip hidup atau motto itu sudah hampir dianggap tidak ada gunanya lagi oleh sebagian dari masyarakat kita. Apalagi para remaja yang terkadang melakukan sesuatu sesuka hati mereka tanpa berpikir akibat dari apa yang mereka lakukan. Tapi ingat, hanya sebagian orang kok, tidak semuanya.
     Padahal, sebuah motto atau prinsip hidup itu wajib dimiliki setiap orang. Tentunya masih ingat kan dengan bunyi pepatah arab (Mahfudzat) yang mengatakan;
"..Perangai Jelek itu menular.."
Coba kita pikirkan saja, jika kita tak mempunyai sebuah prinsip dan kita salah bergaul, dalam artian berteman dengan orang-orang yang mempunyai perangai atau prilaku jelek, akan bagaimana jadinya kita?! Yang ada malah terbawa arus dari perangai jeek itu. Yang pada akhirnya, diajak maksiat, mau. Diajak bolos sekolah, nurut. Dan diajak main dengan lawan jenis, hayu aja. Itu disebabkan karena tidak memilki prinsip hidup.
Namun jika kita memiliki prinsip hidup, meskipun kita bergaul dengan orang-orang yang memilki perangai jelek, setidaknya kita masih punya satu acuan yang akam menjadi kontroling bagi prilaku kita, tiada lain prinsip itu sendiri. Dengan begitu, sekeras apapun mereka mencoba mengajak kita pada kejelekan, tentunya kita akan selalu teringat pada prinsip hidup kita itu. Sehingga, akan kecil sekali kemungkinan untuk tertular dari perangai jelek mereka.
   Eh, tahu tidak? ternyata prinsip itu juga bisa menjaga harga diri kita lho!, otomatis jika kita sudah mampu menjaga harga diri kita dengan kokoh, maka orang lainpun akan balik menghargai kita.Tuh, ternyata punya prinsip hidup itu penting banget kan?...
   Well, kembali kepembahasan awal, yaitu tentang motto PonPes kita tercinta, yang bunyinya " Hidup sekali hiduplah yang berarti ", Btw, ada pesan khusus lho buat kita-kita semua terutama buat para remaja yang lagi dalam masa pubertas. Ustadz Budi Syihabuddin berkata,
   " Sekali hidup jadi remaja, harus jadi remaja yang berarti serta punya kualitas tinggi. Baik kualitas keilmuannya, akhlak, karakter, maupun ibadah. Jadilah manusia yang anfa'linnas. Jangan buang waktu dan buang umur untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Kan dalam mahfudzat juga dikatakan, Waktu itu lebih berharga daripada emas. Jadikanlah bermain itu untuk belajar, dan jangan jadikan belajar itu untuk bermain.
Banyak-banyaklah menghabiskan waktu dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat dan juga terus beribadah pada Allah SWT."
    Ternyata walauun pesannya tidak sepanjang daftar belanjaan Qismu Syirkah, (Penjaga Koperasi, red) tapi itu sangat patut sekali kita terima dan renungkan. Menurut beliau lagi, " Tujuan dari motto pondok ini juga ingin bisa memotivasi santri dan santriwatinya agar tidak menyia-nyiakan waktu dan menggunakan setiap kesempatan untuk beribadah."
   Benar juga ya, tanpa sebuah motivasi memang menjalani hidup itu akan terasa berat, karena tidak ada yang jadi pendukung dan penyuport semangat kita. Sebenarnya yang menjadi motivator kita itu tidak hanya harus orang lain saja, melainkan kita kita sendiri yang harus menjadikan diri kita sebagai motivator bagi diri kita sendiri. Karena tidak selamanya orang lain itu akan selalu ada disamping kita.
   Jadi, mulailah dari sekarang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai disia-siakan. Karena apa? karena waktu itu tidak bisa diputar kembali. Jadikanlah hidup kita yang sekali ini menjadi hidup yang indah dan juga berarti untuk diri kita dan orang lain. Jangan sampai punya motto, " Hidup Sekali, Hiduplah Sesuka Hati ". Seperti selogan teman yang menyelewengkan motto indah dan bermakna itu. Sungguh TERLALU! Dan ingat, jangan mau jadi bunglon. Berubah-ubah warna bagaimana warna yang Ia temapati. Berpegang teguhlah pada pendirian yang kita yakini adanya.



    Friends, sebenaarnya hidup itu indah sangatlah indah, apabila kita mengisinya dengan senantiasa beribadah kepada Allah SWT. Waktu yang telah berlalu dengan diisi kesia-siaan, biarlah berlalu. Tapi waktu sekarang jangan sampai sia-sia untuk dikenang dimasa yang akan datang. Semestinya, masa sekarang ini harus menjadi masa yang berarti untuk kemudian dikenang dimasa yang akan datang nanti.
Maka, teruslah teriakan dalam hati,
"..HIDUP SEKALI, HIDUPLAH YANG BERARTI.."
agar Ia selalu menjadi sebuah motivator yang selalu menemanimu dan tak akan pernah berakhir.





0 komentar:

Poskan Komentar